Dag-dig-dug
Author:vhie
Author:vhie
Hampir 2 jam aku menunggu paman pulang kerja
sambil mengayun-ayunkan kaki ke air di kolam halaman belakang ,hingga air yang
tadinya hanya berada dikolam kini telah bersimbah ke sekitar tubuhku yang terkulai
jenuh menunggu .
Sambil bernyanyi-nyanyi kecil aku menghibur diri
menghilangkan sedikit kejenuhan yang sedari dua jam yang lalu telah menyambangi
, nyanyian yang baru aku dengar sewaktu berada di toko buku sebelum pergi ke
rumah bibi tadi siang dan sekarang aku mencoba untuk mengingat-ingat lirik dari
lagu tersebut,” I’m just a little bit caugh in the middle life is a maze and…and
emz… apa ya..”aku menghentikan senandungku dan
berusaha keras mengingat lagi memori yang sebagian besar tak tersimpan
dengan baik..
“ oh iya..kalau gak salah ujungnya .. I want my money back…I want my money back.. I
want my money back just enjoy the show” sambil tersenyum kecil karena lagu yang
aku nyanyikan terdengar asal saja.
Tiba-tiba bibi memanggil ..
“sean …sean … “ suara lantang bibi mengejutkan ku
…
“ ha.. iya …iya ada apa bi..” berlarian dengan baju yang basah aku menuju ke sumber suara hingga
tetesan airnya sedikit menggenang di beberapa keramik yang
berlukiskan bunga –bunga hijau nan cantik di setiap pinggirannya ….
“itu pamanmu baru saja datang …, kamu kan di
antar paman pulangnya jadi ini bibi titip untuk ibumu di rumah “dengan senyuman ramah yang selalu
membuat ku tak segan-segan datang setiap hari ke rumah bibi..oh bibi ku yang
baik hati gumamku dalam hati..
“ini apa bi kok baunya aneh gini sih.. “penciumanku
mulai merasakan bau yang tak sedap..
“ada udang tadi pagi yang belum bibi masak walau
pun begitu tapi masih bagus kok, bibi simpan di dalam kulkas..kamu mau kan
membawanya .. “ pinta bibi tulus…hingga aku tak tega menolaknya (antara gak
tega atau emang mau banget haha)
“iya bi ., ibu pasti suka …bibi tau aja makanan
kesukaan ibu hehe…kalau begitu sean
langsung pulang aja ya ,terima kasih bi”muak jenuh telah perlahan berubah
menjadi senyuman bulan sabit yang semringah tercetak di bibir ini ..
Di dalam mobil paman, aku bercerita ke sana ke
mari hingga tak henti-hentinya seperti lalu lintas di kota jakarta yang tak
pernah diam walau sejenak, aku senang sekali hari ini karena di kampus tadi
dosen ku memuji hasil tugas ku sangat bagus dan mendapat nilai paling tinggi..
paman pun ikut bangga mendengar cerita ku , tak terasa karena keasyikan
mengobrol
sepanjang jalan dengan paman aku telah hampir sampai
di ujung gang jalan masuk ke rumahku, buru-buru aku menyuruh paman berhenti
setibanya di sana.
“paman aku berhenti di sini saja ”pintaku sigap
agar paman tak keburu masuk gang…
“bah..kenapa kau ini kan masih lumayan jauh dari
rumah kau lagi pula sudah maghrib lah ini ,tak baik pula anak gadis jalan
sendiri sore-sore buta …” paman terdengar khawatir dengan logat medannya yang
kental ..sekental kopi yang selalu ku buatkan untuk ayah setiap pagi …
“tak apa paman , sean tau paman letih baru pulang
dari tempat kerja terus langsung
mengantar sean pulang segala , sudah ya paman terimakasih hehe, hati-hati paman
” aku buru-buru keluar dari mobil dan meneruskan langkahku sembari mengayunkan
tangan ke atas melambaikan tangan pada paman. Aku sungguh tak enak hati jika
merepotkan orang lain terlebih itu pamanku sendiri untuk hal yang tak terlalu
penting ini..
Langkah demi langkah aku melewati tempat ini “ gang
kelinci” seperti judul lagunya titik puspa itu loch..pada tau kaaan ,yang
sempit dengan penerangan lampu 5watt temaram dan cahaya seadanya berwarna
kuning pudar, hal ini di sebab hari sudah tak memiliki cahaya alaminya
lagi, mulai bermunculan gugusan
bintang-bintang kecil nyala redup menemani langkahku yang menyendiri sendiri di
sore yang sepi namun belum ku lihat bulan cantik menampakan keindahan kilauan
sinar dari langit hitam dan awan kelabu malam ini , mungkin bulan masih malu
menampakan pesona keanggunan yang terpancar dari kemilau cahaya-cahaya kuning
langsat itu.
Seiring berjalannya kaki ini aku mulai merasakan
ada sesuatu(hemm…Alhamdulillah ya )mengikutiku dari belakang semenjak
tikungan dekat lampu tiang listrik di depan rumah panji teman sekampusku
beberapa langkah ke belakng tadi , namun aku mencoba positive thinking saja..
“tiga, dua, satu” hitungku saat mencoba menoleh dan
membalikan badan namun tak ada ku lihat sesosok rupa pun berada di belakang
ku..membuat aku mulai bergidik dan jantungku pun mulai dag-dig-dug tak karuan
..
Langkahku pun semakin kencang sekencang mobil
sedan harga ratusan juta rupiah tapi dengan keadaan yang tak menguntungkan
karena ban nya kempes terkena ranjau paku di jalan( hihi…apes nya) untuk
menghindari entah apa yang masih saja sedari tadi aku rasakan mengikuti ku
hingga kini rasanya inginlah aku berlari namun tidak bisa karena kaki ku masih
dalam proses pemulihan pasca terkilir seminggu yang lalu ,bulu-bulu roma ku
mulai terangkat dari peraduannya seperti jarum-jarum kecil ,jantungku mulai
berdetak tak tentu arah mengimbangi arah jalanku yang sempoyongan tak menentu pula ..kadang ke kiri kadang ke
kanan,fikiranku tak kalah heboh melanglang buana memikirkan hal yang
tidak-tidak atas kemungkinan apa saja yang akan terjadi padaku..belum lagi
keringat yang mengucur bak air terjun Niagara hingga kuyuplah aku dan basahlah
baju baru yang baru saja ku pakai dua kali ini..
“oh…tuhan , mohon ampuni dosa-dosaku selama ini..j”bisiku
dalam hati.. mengingat-ingat hal tidak baik apa saja yang pernah ku lakukan
semasa hidup.. perasaan ku seperti akan pergi untuk selamanya karena takut aku
tidak akan sampai ke rumah dengan selamat..(hikz…hikz.. rintihku)
Fikiranku mulai teringat sejenak akan sesuatu
yang terjadi seminggu yang lalu , ada laki-laki setengah baya mabuk-mabukan masuk
ke kawasan daerah sekitar sini dan melakukan hal yang tidak pantas pada mbak
mira…
begini kronologis cerita selengkapnnya , ku
dengar dari ibu-ibu tetangga yang sedang bergosip di sebelah rumah..lelaki itu
meminta uang pada mbak mira dengan paksa istilah kerennya malak gitu dech.. dan
yang paling membuat cerita ini menyebar dengan cepat lelaki itu memeluk mbak
mira dan melakukan perbuatan tidak senonoh lainnya ,mbak mira yang baru pulang
dari rumah temannya itu di ancam menggunakan pisau lipat hingga mbak mira takut
untuk berteriak dan menghajar lelaki itu( what’z -o-).. untung saja ada
pak somad yang sedang jaga malam dan sigap melihat kejadian itu ..langsung saja
pak somad menghantam lelaki itu dengan pentungan ronda sebesar lengan orang
dewasa kebanggaannya dengan gagah berani seperti bruce lee ( ciat…ciat..
wataaaw ). Lelaki itu langsung sempoyongan tak sadarkan diri dan dengan
cepat di amankan oleh para warga yang keluar karena terbangun mendengar
teriakan mbak mira selepas dari ancaman lelaki tak tau budi pekerti itu ,
sementara mbak mira di kabarkan tampak shock mengalami kejadian itu, mbak mira
pun langsung di antarkan ke rumahnya dengan selamat oleh pak somad dan
rekan-rekan, kejadian itu terjadi pada jam 10 malam …
“nah… baru
jam 6.30 pm”kataku hampir berbisik… aku mencoba mencermati kejadian mbak mira
itu dengan baik..itu terjadi pada jam 10malam sedangkan sekarang baru jam 6.30
sore ini membuatku sedikit lega karena sekarang
kesempatan untuk melakukan hal seperti itu kecil kemungkinannnya apalagi
mabuk-mabukan , lagi pula belum ada warga yang tidur kalau pada jam segini..(helooow
pliz deh)..
Namun apa mau di kata dan tersirat , jika aku
masih saja merasakan sosok itu mendekat dan malah semakin mendekat… aku sudah
tidak kuat menahan rasa cemas yang sedari tadi singgah di hati dan pegalnya
kaki berjalan secepat mungkin namun tak bisa berlaridengan bebasnya , aku bertekad membalikan badan
sekali lagi …
“aku tidak takut carry do it , eh..can do it…”
fikiranku tambah kacau..
“tiga , empat, lima,enam,tu..juh …”aku merasa ada
yang salah ini..
“OMG..kok aku malah ngitung seh “ fikiranku lebih
kacau…
“tiga , dua , satu ” sangking gugupnya aku sampai
salah menghitung lagi, dengan
memberanikan diri aku membalikan badan namun masih juga tak ada satu pun sosok
yang aku lihat,ke sana ke mari melongok tapii
nihil upil ….membuat aku frustasi di buatnya( ayu ting-ting foreverrr dahhh)
…
tak ku
sadari rumah ku tidak jauh lagi , tinggal tiga rumah yang aku lewati hingga
sampai ke rumah dan ini membuat aku merdeka akan segala kegalauan dan ketakutan
yang di ciptakan sesosok ntah apa itu, seiring semakin dekatnya aku ke rumah
..aku tidak merasakan ada yang mengikutiku lagi sejauh ini…(wajar lah udah
deket seh hehe..)
Setibanya di depan pagar rumah bungkusan yang aku
bawa dari rumah bibi tadi koyak karena terkena paku di pinggir pagar saat
hendak mengaitkan tali ke paku agar pintu pagar tertutup dengan rapat ..namun karena
terlalu letih dengan kejadian yang
melelahkan sore ini aku biarkan saja pintu pagar terbuka sedikit dan aku lupa
membenarkan bungkusan yang koyak hingga jadi sedikit menganga …
Aku lihat muka ibu tersenyum menyambut
kepulanganku yang anak semata wayang nya ini, ibu yang sedang duduk santai
dengan ayah yang lagi dan lagi sedang menyeruput kopi kental yang selalu
menemaninya setiap hari walaw itu bukan buatanku..
“sean … kenapa kamu lama sekali pulangnya ..” ibu
beranjak dari tempat duduknya semula dan bertanya dengan nada khawatiir…
“tadi sean dari rumah bibi buk ..dan ini
oleh-oleh dari bibi ,udaaaang buk “ nada suara ku begitu ringan seakan tak
terjadi apa-apa di jalan tadi…
“ya… sudah ,mandi dulu sana kalau sudah langsung
makan mie ayam special yang baru ibu mu masakan tuh”..kata ayah menimpali…
Aku pun beranjak masuk dengan segera karena sudah
gerah tak tertahankan di sekujur tubuh yang di selimuti keringat asem nan
kecut,membuatku risih minta ampun …
“ech..ada anak anjing lucu banget .. sedang makan
apa itu..” suara ibu menghentikan langkahku..
Aku pun menghentikan langkah dan segera
melihatnya Karena penasaran,selucu apa she sampe ibu berkata seperti itu…
“ya.. ampuuuun ternyata “ gumamku dengan terkejut
.. ku lihat dari jauh ada seekor anak anjing yang sedang memakan udang yang
terjatuh dari bungkusan yang ku bawa tadi ,dia dengan lahap memakan satu
persatu udang yang terjatuh berjejer di halaman ..
Saat aku mulai mendekat dia langsung bersembunyi
di antara batang-batang bunga sepatu yang tinggi menjulang melebihi tinggi
badanku sendiri hingga samar-samar ku lihat bentuk anak anjing itu , Aku pun
menyadari bahwa sosok yang sedari tadi mengikuti ku ternyata seekor anak anjing
yang kelaparan..aku yakin itu , pantas saja aku tak melihatnya..baru di dekati
sedikit saja sudah bersmbunyi begitu ,mungkin anak anjing itu mencium bau udang yang
menyengat hingga tak henti-hentinya mengikuti ku hingga ke depan rumah..aku pun
tersenyum-senyum sendiri mengingat segala yang terjadi di jalan tadi dan aku
langsung berlalu masuk ke dalam rumah dengan tatapan berbinar…hahay..
Sekian… 11:58pm…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar