Minggu, 10 Juni 2012

short story : dag-dig-dug



Dag-dig-dug
Author:vhie
Hampir 2 jam aku menunggu paman pulang kerja sambil mengayun-ayunkan kaki ke air di kolam halaman belakang ,hingga air yang tadinya hanya berada dikolam kini telah bersimbah ke sekitar tubuhku yang terkulai jenuh menunggu .
Sambil bernyanyi-nyanyi kecil aku menghibur diri menghilangkan sedikit kejenuhan yang sedari dua jam yang lalu telah menyambangi , nyanyian yang baru aku dengar sewaktu berada di toko buku sebelum pergi ke rumah bibi tadi siang dan sekarang aku mencoba untuk mengingat-ingat lirik dari lagu tersebut,” I’m just a little bit caugh in the middle life is a maze and…and emz… apa ya..”aku menghentikan senandungku  dan  berusaha keras mengingat lagi memori yang sebagian besar tak tersimpan dengan baik..
“ oh iya..kalau gak salah ujungnya ..  I want my money back…I want my money back.. I want my money back just enjoy the show” sambil tersenyum kecil karena lagu yang aku nyanyikan terdengar asal saja.
Tiba-tiba bibi memanggil  ..
“sean …sean … “ suara lantang bibi mengejutkan ku …
“ ha.. iya …iya ada apa bi..”  berlarian dengan baju yang  basah aku menuju ke sumber suara hingga tetesan airnya   sedikit menggenang di beberapa keramik yang berlukiskan bunga –bunga hijau nan cantik di setiap pinggirannya ….
“itu pamanmu baru saja datang …, kamu kan di antar paman pulangnya jadi ini bibi titip untuk ibumu  di rumah “dengan senyuman ramah yang selalu membuat ku tak segan-segan datang setiap hari ke rumah bibi..oh bibi ku yang baik hati  gumamku dalam hati..
“ini apa bi kok baunya aneh gini sih.. “penciumanku mulai merasakan bau yang tak sedap..
“ada udang tadi pagi yang belum bibi masak walau pun begitu tapi masih bagus kok, bibi simpan di dalam kulkas..kamu mau kan membawanya .. “ pinta bibi tulus…hingga aku tak tega menolaknya (antara gak tega atau emang mau banget haha)
“iya bi ., ibu pasti suka …bibi tau aja makanan kesukaan ibu hehe…kalau  begitu sean langsung pulang aja ya ,terima kasih bi”muak jenuh telah perlahan berubah menjadi senyuman bulan sabit yang semringah tercetak di bibir ini ..
Di dalam mobil paman, aku bercerita ke sana ke mari hingga tak henti-hentinya seperti lalu lintas di kota jakarta yang tak pernah diam walau sejenak, aku senang sekali hari ini karena di kampus tadi dosen ku memuji hasil tugas ku sangat bagus dan mendapat nilai paling tinggi.. paman pun ikut bangga mendengar cerita ku , tak terasa karena keasyikan mengobrol

sepanjang jalan dengan paman aku telah hampir sampai di ujung gang jalan masuk ke rumahku, buru-buru aku menyuruh paman berhenti setibanya di sana.


“paman aku berhenti di sini saja ”pintaku sigap agar paman tak keburu masuk gang…
“bah..kenapa kau ini kan masih lumayan jauh dari rumah kau lagi pula sudah maghrib lah ini ,tak baik pula anak gadis jalan sendiri sore-sore buta …” paman terdengar khawatir dengan logat medannya yang kental ..sekental kopi yang selalu ku buatkan untuk ayah setiap pagi  …
“tak apa paman , sean tau paman letih baru pulang dari tempat  kerja terus langsung mengantar sean pulang segala , sudah ya paman terimakasih hehe, hati-hati paman ” aku buru-buru keluar dari mobil dan meneruskan langkahku sembari mengayunkan tangan ke atas melambaikan tangan pada paman. Aku sungguh tak enak hati jika merepotkan orang lain terlebih itu pamanku sendiri untuk hal yang tak terlalu penting ini..
Langkah demi langkah aku melewati tempat ini “ gang kelinci” seperti judul lagunya titik puspa itu loch..pada tau kaaan ,yang sempit dengan penerangan lampu 5watt temaram dan cahaya seadanya berwarna kuning pudar, hal ini di sebab hari sudah tak memiliki cahaya alaminya lagi,  mulai bermunculan gugusan bintang-bintang kecil nyala redup menemani langkahku yang menyendiri sendiri di sore yang sepi namun belum ku lihat bulan cantik menampakan keindahan kilauan sinar dari langit hitam dan awan kelabu malam ini , mungkin bulan masih malu menampakan pesona keanggunan yang terpancar dari kemilau cahaya-cahaya kuning langsat itu.
Seiring berjalannya kaki ini aku mulai merasakan ada sesuatu(hemm…Alhamdulillah ya )mengikutiku dari belakang semenjak tikungan dekat lampu tiang listrik di depan rumah panji teman sekampusku beberapa langkah ke belakng tadi , namun aku mencoba positive thinking saja..
“tiga, dua, satu” hitungku saat mencoba menoleh dan membalikan badan namun tak ada ku lihat sesosok rupa pun berada di belakang ku..membuat aku mulai bergidik dan jantungku pun mulai dag-dig-dug tak karuan ..
Langkahku pun semakin kencang sekencang mobil sedan harga ratusan juta rupiah tapi dengan keadaan yang tak menguntungkan karena ban nya kempes terkena ranjau paku di jalan( hihi…apes nya) untuk menghindari entah apa yang masih saja sedari tadi aku rasakan mengikuti ku hingga kini rasanya inginlah aku berlari namun tidak bisa karena kaki ku masih dalam proses pemulihan pasca terkilir seminggu yang lalu ,bulu-bulu roma ku mulai terangkat dari peraduannya seperti jarum-jarum kecil ,jantungku mulai berdetak tak tentu arah mengimbangi arah jalanku yang sempoyongan  tak menentu pula ..kadang ke kiri kadang ke kanan,fikiranku tak kalah heboh melanglang buana memikirkan hal yang tidak-tidak atas kemungkinan apa saja yang akan terjadi padaku..belum lagi keringat yang mengucur bak air terjun Niagara hingga kuyuplah aku dan basahlah baju baru yang baru saja ku pakai dua kali ini..
“oh…tuhan , mohon ampuni dosa-dosaku selama ini..j”bisiku dalam hati.. mengingat-ingat hal tidak baik apa saja yang pernah ku lakukan semasa hidup.. perasaan ku seperti akan pergi untuk selamanya karena takut aku tidak akan sampai ke rumah dengan selamat..(hikz…hikz.. rintihku)


Fikiranku mulai teringat sejenak akan sesuatu yang terjadi seminggu yang lalu , ada laki-laki setengah baya mabuk-mabukan masuk ke kawasan daerah sekitar sini dan melakukan hal yang tidak pantas pada mbak mira…

begini kronologis cerita selengkapnnya , ku dengar dari ibu-ibu tetangga yang sedang bergosip di sebelah rumah..lelaki itu meminta uang pada mbak mira dengan paksa istilah kerennya malak gitu dech.. dan yang paling membuat cerita ini menyebar dengan cepat lelaki itu memeluk mbak mira dan melakukan perbuatan tidak senonoh lainnya ,mbak mira yang baru pulang dari rumah temannya itu di ancam menggunakan pisau lipat hingga mbak mira takut untuk berteriak dan menghajar lelaki itu( what’z -o-).. untung saja ada pak somad yang sedang jaga malam dan sigap melihat kejadian itu ..langsung saja pak somad menghantam lelaki itu dengan pentungan ronda sebesar lengan orang dewasa kebanggaannya dengan gagah berani seperti bruce lee ( ciat…ciat.. wataaaw ). Lelaki itu langsung sempoyongan tak sadarkan diri dan dengan cepat di amankan oleh para warga yang keluar karena terbangun mendengar teriakan mbak mira selepas dari ancaman lelaki tak tau budi pekerti itu , sementara mbak mira di kabarkan tampak shock mengalami kejadian itu, mbak mira pun langsung di antarkan ke rumahnya dengan selamat oleh pak somad dan rekan-rekan, kejadian itu terjadi pada jam 10 malam …
 “nah… baru jam 6.30 pm”kataku hampir berbisik… aku mencoba mencermati kejadian mbak mira itu dengan baik..itu terjadi pada jam 10malam sedangkan sekarang baru jam 6.30 sore ini membuatku sedikit lega karena sekarang  kesempatan untuk melakukan hal seperti itu kecil kemungkinannnya apalagi mabuk-mabukan , lagi pula belum ada warga yang tidur kalau pada jam segini..(helooow pliz deh)..
Namun apa mau di kata dan tersirat , jika aku masih saja merasakan sosok itu mendekat dan malah semakin mendekat… aku sudah tidak kuat menahan rasa cemas yang sedari tadi singgah di hati dan pegalnya kaki berjalan secepat mungkin namun tak bisa berlaridengan  bebasnya , aku bertekad membalikan badan sekali lagi …
“aku tidak takut carry do it , eh..can do it…” fikiranku tambah kacau..
“tiga , empat, lima,enam,tu..juh …”aku merasa ada yang salah ini..
“OMG..kok aku malah ngitung seh “ fikiranku lebih kacau…
“tiga , dua , satu ” sangking gugupnya aku sampai salah menghitung  lagi, dengan memberanikan diri aku membalikan badan namun masih juga tak ada satu pun sosok yang aku lihat,ke sana ke mari  melongok tapii nihil upil ….membuat aku frustasi di buatnya( ayu ting-ting foreverrr dahhh) …
 tak ku sadari rumah ku tidak jauh lagi , tinggal tiga rumah yang aku lewati hingga sampai ke rumah dan ini membuat aku merdeka akan segala kegalauan dan ketakutan yang di ciptakan sesosok ntah apa itu, seiring semakin dekatnya aku ke rumah ..aku tidak merasakan ada yang mengikutiku lagi sejauh ini…(wajar lah udah deket seh hehe..)
Setibanya di depan pagar rumah bungkusan yang aku bawa dari rumah bibi tadi koyak karena terkena paku di pinggir pagar saat hendak mengaitkan tali ke paku agar pintu pagar tertutup dengan rapat ..namun karena terlalu letih dengan  kejadian yang melelahkan sore ini aku biarkan saja pintu pagar terbuka sedikit dan aku lupa membenarkan bungkusan yang koyak hingga jadi sedikit menganga  …

Aku lihat muka ibu tersenyum menyambut kepulanganku yang anak semata wayang nya ini, ibu yang sedang duduk santai dengan ayah yang lagi dan lagi sedang menyeruput kopi kental yang selalu menemaninya setiap hari walaw itu bukan buatanku..
“sean … kenapa kamu lama sekali pulangnya ..” ibu beranjak dari tempat duduknya semula dan bertanya dengan nada khawatiir…

“tadi sean dari rumah bibi buk ..dan ini oleh-oleh dari bibi ,udaaaang buk “ nada suara ku begitu ringan seakan tak terjadi apa-apa di jalan tadi…
“ya… sudah ,mandi dulu sana kalau sudah langsung makan mie ayam special yang baru ibu mu masakan tuh”..kata ayah menimpali…
Aku pun beranjak masuk dengan segera karena sudah gerah tak tertahankan di sekujur tubuh yang di selimuti keringat asem nan kecut,membuatku risih minta ampun …
“ech..ada anak anjing lucu banget .. sedang makan apa itu..” suara ibu menghentikan langkahku..
Aku pun menghentikan langkah dan segera melihatnya Karena penasaran,selucu apa she sampe ibu berkata seperti itu…
“ya.. ampuuuun ternyata “ gumamku dengan terkejut .. ku lihat dari jauh ada seekor anak anjing yang sedang memakan udang yang terjatuh dari bungkusan yang ku bawa tadi ,dia dengan lahap memakan satu persatu udang yang terjatuh berjejer di halaman ..
Saat aku mulai mendekat dia langsung bersembunyi di antara batang-batang bunga sepatu yang tinggi menjulang melebihi tinggi badanku sendiri hingga samar-samar ku lihat bentuk anak anjing itu , Aku pun menyadari bahwa sosok yang sedari tadi mengikuti ku ternyata seekor anak anjing yang kelaparan..aku yakin itu , pantas saja aku tak melihatnya..baru di dekati sedikit saja sudah bersmbunyi begitu ,mungkin  anak anjing itu mencium bau udang yang menyengat hingga tak henti-hentinya mengikuti ku hingga ke depan rumah..aku pun tersenyum-senyum sendiri mengingat segala yang terjadi di jalan tadi dan aku langsung berlalu masuk ke dalam rumah  dengan tatapan berbinar…hahay..


Sekian… 11:58pm…







Tidak ada komentar:

Posting Komentar